Kamu tentu senang menggambar. Tahukah kamu, gambar bisa dibuat dengan cara lain?
Cara membuat gambar ada bermacam-macam. Salah satunya dengan teknik cetak.
Mencetak berarti menggambar dengan cetakan. Permukaan suatu benda diberi warna.
Benda ini menjadi cetakannya. Cetakan lalu dicapkan menjadi gambar di kertas.
Banyak benda bisa menjadi cetakan. Misalnya, kelereng, ranting, dan daun.
Bisa juga potongan kentang dan wortel. Bahkan telapak tanganmu pun bisa.
Lihatlah contoh hasil cetak ini.
Di sekitar kita banyak benda seni. Ada benda yang kita pakai sehari-hari. Ada benda yang menjadi hiasan ruangan. Benda-benda seni itu ada yang dua dimensi.
Disebut dua dimensi karena memiliki dua unsur.
Dua unsur itu panjang dan lebar.Benda dua dimensi dapat dilihat dari dua sisi.
Misalnya, kain dapat dilihat dari depan dan belakang.
Contohnya, gambar, lukisan, dan sulaman.
A. Titik di Karya Seni
Benda-benda buatan manusia adalah karya seni.
Benda seni dua dimensi memiliki unsur rupa. Benda seni ini ada yang bertitik-titik.
Misalnya, seperti di bawah ini. Temukan juga benda bertitik di sekitarmu.
B. Garis di Karya Seni
Di karya seni juga ada garis. Ada garis yang lurus dan melengkung. Ada yang tebal dan tipis.
Ada yang panjang dan pendek. Masih ingatkah kamu jenis-jenis garis ini?
C. Bidang di Karya Seni
Ada macam-macam bidang yang kita ketahui. Apakah kamu masih ingat?
Ini beberapa bidang tersebut.
Bidang juga dipakai dalam benda seni. Beraneka bidang membentuk gambar.
Beraneka bidang menjadi motif kain. Bidang apa yang paling sering kamu temui?
D. Kombinasi Warna Senada
Warna merupakan salah satu unsur rupa. Warna membuat karya seni tambah menarik.
Caranya, kita perlu mengkombinasikan warna. Ada beberapa macam kombinasi warna.
Kita bisa membedakan berdasar-kan kedekatan warnanya.
Masih ingatkah kamu dengan lingkaran warna?
Di situ ada warna dasar dan kedua. Kita membuat kombinasi warna
berdasarkan lingkaran ini.
A. TEMBANG DOLANAN
TEMBANG DOLANAN
Tembang dolanan iku jinis tembang sing prasaja, biasa ditembangaké déning bocah-bocah cilik, utamané ing padésan, sinambi dolanan bebarengan karo kanca-kancané. Lumantar lagu dolanan, bocah-bocah dikenalaké bab sato kéwan, sato iwèn, thethukulan, tetanduran, bebrayan, lingkungan alam, lan sapanunggalané.
Kadhangkala tembang dolanan uga ditembangaké déning waranggana jroning swasana tinamtu ing pagelaran wayang kulit.
Iki kaca kanggo ngumpulake syair tembang dolanan utawa tembang sing kerep diunekke bocah-bocah.
Cublak-cublak suweng
Gajah gajah
Gambang Suling
Gundhul Pacul
Jamuran
Jaranan
Kidang Talun
Kupu Kuwi
Lir Ilir
Menthok Menthok
Padhang Bulan
Pitik Tukung
Suwe Ora Jamu
Cublak-cublak suweng iku sawijining tembang dolanan, sing biasa ditembangaké déning bocah-bocah cilik sinambi dolanan bebarengan kanca-kancané.
Cublak cublak suweng
Suwenge ting gelèntèr
Mambu ketundhung gudèl
Pak empong lera-léré
Sapa ngguyu ndelikkaké
Sir sir pong dhelé gosong
Sir sir pong dhelé
Gajah-gajah kuwi salah sawijining tembang dolanan sing kerep ditembangaké déning bocah-bocah cilik nalika utawa sinambi dolanan. Surasa tembang Gajah gajah kaya tinulis ing ngisor iki:
Gajah, gajah, mréné tak kandhani jah
mripat koyo laron, siung loro, kuping gedhé
kathik nganggo tlalé
buntut cilik, tansah kopat kapit
sikil koyo bumbung
mung mlakumu mégal mègol
Gundhul Pacul amujudaké tembang bocah-bocah kang populèr ing Jawa Tengah. Tembang iki kalebu tembang lelucon. Surasané tembang kasebut, koyo kang tinulis ing ngisor iki:
Gundhul gundhul pacul cul, gembèlengan
nyunggi nyunggi wakul kul, gembèlengan
wakul ngglimpang, segané dadi sak ratan
wakul ngglimpang, segané dadi sak ratan
Lirik tembang Gambang Suling:
Gambang suling, ngumandhang swarané
thulat thulit, kepénak uniné
uuuuniné mung
nreyuhaké ba-
reng lan kentrung ke-
tipung suling, sigrak kendhangané
Tèks tembang Menthog Menthog:
Menthok, menthok, tak kandhani
mung rupamu, angisin-isini
mbok yo ojo ngetok, ono kandhang waé
enak-enak ngorok, ora nyambut gawé
menthok, menthok ... mung lakukumu megal megol gawé guyu
B. PARIKAN BAHASA JAWA
PARIKAN BAHASA JAWA
Parikan iku unen-unen kang dumadi seka rong (2) ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigaten, kang kapindho minangka isi. Parikan iki kaya pantun nanging mung rong larik. Parikan migunaake purwakanthi swara. Purwakanthi parikan bisa digawe mawa petungan kang adhedhasar petungan wanda (suku kata).
4 WANDA - 4 WANDA
wajik klethik, gula jawa
luwih becik wong prasaja
jemek-jemek gulo jowo ojo ngenyek podho konco
4 WANDA - 8 WANDA
tawon madu, ngisep sari kembang jambu
aja nesu yen ditudhuake luputmu
8 WANDA - 8 WANDA
kayu urip ora ngepang, ijo-ijo godhong jati
uwong urip ora gampang, mula padha ngati-ati
C. TEMBANG MACAPAT
TEMBANG MACAPAT
Macapat adalah embangjawa kang kaiket dening guru lagu, guru wilangan an guru gatra. Macapat juga bisa ditemukan dalam kebudayaan Bali, Madura, dan Sunda. Apabila diperhatikan dari asal-usul bahasanya(kerata basa), macapat berarti maca papat-papat(membaca empat-empat).Cara membaca terjalin tiap empat suku kata. Macapat diperkirakan muncul pada akhir Majapahit dan dimulainya pengaruh Walisanga di Jawa. Tetapi perkiraan tersebut masih belum pasti, karena tidak ada bukti tertulis yang bisa memastikan. Macapat banyak digunakan di dalam beberapa Sastra Jawa Tengahan lan Sastra Jawa Baru. Kalau dibandingkan dengan Kakawin, aturan-aturan dalam macapat lebih mudah. Kitab-kitab zaman Mataram Baru, seperti Serat Wedhatama, Serat Wulangreh, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Kalatidha, dan yang lainnya disusun dengan lagu ini. Aturan-aturan tersebut ada pada:
Guru gatra : Cacahing gatra/baris saben sapada.
Guru wilangan : Cacahing kata/wanda saben sagatra/baris.
Guru lagu : Tibaning swara ing pungkasaning gatra/baris.
Urutan tembang macapat tersebut seperti tersebut di bawah ini:
Maskumambang
Menggambarkan bayi masih dalam kandungan ibunya, yang belum diketahui jenis kelaminnya,kumambang berarti mengambang dalam kandungan ibu.
Mijil
Berarti sudah dilahirkan dan jelas laki-laki atau perempuan.
Sinom
Berarti masa muda, yang paling penting untuk pemuda adalah mencari ilmu sebanyak-banyaknya.
Kinanthi
Dari kata kanthi atau tuntun yang berarti dituntun supaya bisa menjalani kehidupan di dunia.
Asmarandana
Berarti cinta, cinta laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya yang merupakan takdir Ilahi.
Gambuh
Dari kata jumbuh / bersatu yang berarti apabila sudah bersatu dalam cinta, perempuan dan laki-laki tersebut bisa menjalani hidup bersama.
Dhandhanggula
Menggambarkan kehidupan manusia dalam kebahagiaan ketika berhasil meraih cita-cita.Menemukan jodoh, melahirkan anak, kehidupan yang sejahtera, dsb.
Durma
Dari kata darma / sedekah. manusia jika sudah merasa hidup cukup, dalam dirinya tumbuh rasa kasih sayang kepada sesamanya yang sedang kesusahan, sehingga akan tumbuh keinginan untuk berbagi.Hal tersebut didukung juga dari moralitas agama dan watak sosial manusia.
Pangkur
dari kata mungkur yang berarti menyingkirkan hawa nafsu angkara murka.Yang menjadi prioritas hidup adalah keinginan unutk berbagi dan peduli dengan sesama.
Megatruh
Dari kata megat roh/pegat rohe atau terpisahnya nyawa, ketika takdir kematian datang.
Pocung
Ketika tinggal jasad tersisa, dibungkus dengan kain mori putih atau dipocong sebelum dikuburkan.
D.
BAHASA JAWA
BAHASA JAWA
TOKOH PANDAWA DALAM KESENIAN WAYANG
oleh
Sutini, BA
Dalam Nawasari Warta Edisi II telah disebutkan bahwa salah satu jenis wayang adalah wayang Purwa. Di Museum Mpu Tantular Wayang Purwa dipamerkan di Ruang VII yaitu Ruang Koleksi Kesenian.
Untuk mengenal lebih dekat dengan wayang Purwa, maka kita harus mencoba untuk mengenal para pelaku dari wayang tersebut. Biasanya wayang Purwa ceriteranya berkisar antara ceritera Mahabarata atau Ramayana. Dalam ceritera Mahabarata ada pihak PANDAWA dan pihak KURAWA. Untuk kali ini hanya membahas tentang TOKOH PANDAWA.
Asal Usul
Prabu Pandu Dewanata mempunyai dua orang isteri yaitu Dewi Kuntitalibrata dengan Dewi Madrim. Prabu Pandu adalah putra Raden Abiyasa raja dari Astina, sedangkan Dewi Kuntitalibrata adalah putri dari Prabu Kuntibojo raja Mandura, dan Dewi Madrim adalah putri dari Prabu Mandrapati raja Mandraka.
Dari perkawinan Pandu dengan Kunti menghasilkan 3 putra yaitu: Puntadewa, Bratasena dan Arjuna, sedangkan dari perkawinannya dengan Madrim menghasilkan 2 putra, yaitu: Nakula dan Sadewa, yang dilahirkan kembar. Tetapi kedua anak kembar ini mulai kecil diasuh oleh ibu Kunti karena ditinggal mati ayah dan ibunya (Madrim).
.
Kelima anak Prabu Pandu itulah yang disebut dengan PANDAWA
1. PUNTADEWA.
adalah raja negara Amarta atau Indrapasta. Setelah perang Baratayuda Puntadewa menjadi raja Astina yang bergelar Prabu Kalimataya. Nama lain yang dipakai adalah: Darmawangsa, Darmakusuma, Kantakapura, Gunatalikrama, Yudistira, Sami Aji (sebutan dari Prabu Kresna). Sifatnya: jujur, sabar, hatinya suci, berbudi luhur, suka menolong sesama, mencintai orang tua serta melindungi saudara-saudaranya.
Pusakanya bernama: Jamus Kalimasada, yang mempunyai kekuatan sebagai perlindungan dan petunjuk pada kebenaran serta kesejahteraan. Mempunyai dua isteri yaitu: Dewi Drupadi dan Dwi Kuntulwilaten.
2. BRATASENA.
Setelah dewasa bernama Werkudara. adalah ksatria Jodipati dan Tunggulpamenang. Pernah menjadi raja di Gilingwesi, dengan gelar Prabu Tuguwasesa. Nama lain yang dipakai adalah: Bima, Bayusutu, Dandun Wacana, Kusuma Waligita. Sifatnya: jujur, tidak sombong, jiwanya suci, sangat patuh kepada guru-gurunya (terutama dengan Dewa Ruci), mencintai ibunya serta menjaga saudara-saudaranya. Bila berperang semboyannya adalah menang, bila kalah berarti mati. Bratasena adalah merupakan suri tauladan kehidupan dengan sifat yang jujur dan jiwanya suci.
Pusakanya adalah: Kuku Pancanaka di tangan kanan dan kiri sangat ampuh, sangat kuat dan tajam. Selain kuku pancanaka Werkudara juga mempunyai kekuatan angin (lima kekuatan angin), serta dapat membongkar gunung. Mempunyai dua permaisuri yaitu: Arimbi dan Nagagini. Dengan Arimbi mendapatkan putra bernama Gatotkaca, yang dapat terbang tanpa sayap. Dari perkawinannya dengan Nagagini memperoleh putra bernama Antasena yang dapat masuk ke dalam bumi dan menguasai samodra. Bratasena pada waktu lahir dalam keadaan bungkus. Yang menyobek bungkus tersebut adalah Gajah Situ Seno. Pada waktu itu Gajah Situ Seno masuk ke dalam tubuh Bratasena, sehingga mempunyai kekuatan luar biasa dan bisa menyobek bungkus tersebut.
3. ARJUNA.
adalah ksatria Madukara, juga menjadi raja di Tinjomoya. Nama lain yang dipakai sangat banyak, antara lain: Janaka, Parta, Panduputra, Kumbawali, Margana, Kuntadi, Indratanaya, Prabu Kariti, Palgunadi, Dananjaya. Sifatnya: Suka menolong sesama, gemar bertapa, cerdik dan pandai, ahli dibidang kebudayaan dan kesenian.
Arjuna adalah ksatria yang sakti mandraguna, kekasih para Dewa, ia adalah titisan Dewa Wisnu. Istri Arjuna banyak sekali, ia dijuluki lelananging jagad, parasnya sangat tampan dan tidak ada tandingannya. Permaisurinya di arcapada adalah Wara Sumbadra dan Wara Srikandi. Selain itu masih banyak lagi istri-istrinya antara lain: Rarasati, Sulastri, Gandawati, Ulupi, Maeswara, dsbnya.
Permaisuri di kahyangan antara lain Dewi Supraba, Dewi Dersanala pada bidadari di Tinjomaya. Arjuna berjiwa ksatria, berjiwa luhur, su
bahasa jawa kelas dua
Bahasa Jawa kelas dua
Arane Anak Kewan
1. Anak Jaran : Belo
2. Anak Kebo : Gudel
3. Anak Babi : Genjik
4. Anak Macan : Gogor
5. Anak Gajah : Bledug
Ngingu Kewan
Pak Karto nduwe ingon-ingon kewan
Kewane pak Karto Wedhus pitik lan banyak
Rudi dipasrahi kon ngopeni wedhus
Wedhuse duwe cempe loro
Tuti dipasrahi ngopeni banyak
Banyake duwe blengur telu
Rina dipasrahi ngopeni pitik
Pithik duwe kuthuk lima
Kuthuke lemu-lemu
Rudi, Tuti, Rina Sregep ngopeni kewan
Garapan :
1. Apa irah-irahane crita ing dhueur?
2. Pak Karto dhuwe ingon-ingon apa wae?
3. Rudi dipasrahi Ngopeni apa?
4. Wedhuse duwe cempe pira?
5. Tuti dipasrahi ngopeni?
6. Blengure ana pira?
7. Rina dipasrahi ngopeni?
8. Kuthuke Rina Ana pira?
9. Rudi, Tuti, Rina sregep?
10. Pithike duwe kuthuk?
Kepleset
Rio mangan gedhang karo mlaku
Kulite dibuang ana ing dalan
Bima ora nglegewa, kulit gedhang iku kepidhak
Bima kaget lan kepleset
Bima tiba krungkep
Andi enggal-enggal nulungi Bima sing lagi Pringisan
Bima dipapah Andi menyang pinggir dalan
Andi banjur niliki dhengkule Bima sing tatu
Jebulane Tatune ora sepira
Bocah loro banjur padha mbacutake laku
Garapan!
1. Apa irah-irahan crita ing dhuwur?
2. Ana ngendi anggone mbuwang kulit Gedhang?
3. Kena apa Bima Kepleset?
4. Kepriye tumindake Andi Nalika Bima tiba?
5. Kepriye tatune Bima?
Garapan
1. Becike sampah iku diobong aja dibuang ing?
2. Wit-witan ing alas gunane kanggo numpang banyu udan supaya bisa ngresepake?
3. Nanduri alas kanthi wit-witan sing akeh diarani?
4. Ing ngendi-ngendi ana kekadean bencana?
5. Akeh wilayah kang ketrejang?
6. Ana banjir amarga saiki lagi mangsa?
7. Gempa lan udan deres ndadeake lemah pada?
8. Becike manungsa kudu iling lan ?
9. Ing mangsa ketiga akeh sumber banyu padha?
10. Alas gundhul bisa nuwuhake?
Jawaban
a. Asat d. Alam g. Rendheng j. Kali
b. Banjir e. Longsor h. Banjir lan gempa
c. Ing lemah f. Waspada i. Reboisasi
Pelajaran 1
Menulis Huruf-Huruf Hijaiyah
Huruf hijiaiyah adalah huruf ejaan bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Huruf hijaiyah ada 29 macam
A. Menulis Huruf Hijaiyah Terpisah
No
Penulisan huruf hijaiyah
Bunyinya
No
Penulisan huruf hijaiyah
Bunyinya
1
ا
Alif
16
ط
Ṭa’
2
ب
Ba’
17
ظ
Ẓa
3
ت
Ta’
18
ع
‘ain
4
ث
Tsa’
19
غ
Gain
5
ج
Jim
20
ف
Fa’
6
ح
Ha’
21
ق
Qaf
7
خ
Kha
22
ك
Kaf
8
د
Dal
23
ل
Lam
9
ذ
Zal
24
م
Mim
10
ر
Ra’
25
ن
Nun
11
ز
Zay
26
و
Wau
12
س
Sin
27
ه
Ha’
13
ش
Syin
28
ء
Hamzah
14
ص
Sad
29
ي
Ya’
15
ض
Dad
Huruf لا tidak dituliskan sebagai bagian huruf hujaiyah. Hal itu karena huruf tersebut terdiri dari dua huruf, yaitu lam dan alif dan keduanya sudah dituliskan sebelumnya
B. Penulisan Huruf-Huruf Hijaiyah di Awal, di Tengah, dan di Akhir
Huruf-huruf hijaiyah bila ditulis dengan tulisan sambung, maka semua huruf tersebut berubah bentuknya. Bentuk awal berbeda dengan bentuk di tengah. Dan begitu pula dengan bentuk di akhir
Pelajaran 2
Penulisan kata-kata terpisah dan tersambung
A. Menulis kata-kata secara terpisah
Arti kata
Kata lain
Kata Al-Qur’an
Neraka Jahanam
Ja hi ma
جَ حِ يْ مَ
B. Menulis kata berpisah
Ada beberapa huruf yang penulisannya harus disambung. Sambungan huruf ini mempunyai arti. Itulah kata bersambung.
Arti kata
Kata lain
Kata bersambung huruf hijaiyah
Yang baik
Sha li hun
صَالِحٌ
Pelajaran 3
Tanda baca waqaf dan washal
A. Bacaan Waqaf
Waqaf artinya berhenti. Tanda waqaf berarti tanda menghentikan bacaan Al-Qur’an
1. Apabila waqaf di akhir ayat, huruf terakhir disukunkan (mati)
Ayat Al-Qur’an
Dibaca waqaf
Huruf latin
2. Apabila di akhir ayat hurufnya berharakat fathah tanwin (selain huruf ta marbutah), tanwinnya tidak dibaca atau diganti fathah panjang (mad)
Ayat Al-Qur’an
Dibaca waqaf
Huruf latin
وَنِساَ ءً
وَنِسَاءَا
Wa nisa aa
3. Apabila akkhir ayat huruf ta marbutah ta itu berubah menjadi ha sukun atau mati
Ayat Al-Qur’an
Dibaca waqaf
Huruf latin
الْفَتِحَةُ
الْفَتِحَهْ
Al-Fathihah
4. Apabila akhir ayat huruf alif atau ya dan sebelumnya berharakat fathah, huruf itu di baca panjang
Ayat Al-Qur’an
Dibaca waqaf
Huruf latin
فَتَرْضَى
فَتَرْضَى
fatardha
5. Mengenal tanda waqaf
Tanda waqaf
Nama waqaf
Artinya
م
وقف لازم
Harus berhenti
لا
وقف ممنوع
Tidak boleh berhenti
ج
وقف جائز
Boleh berhenti dan boleh terus
قلى
وقف اولى
Lebih utama berhenti
صلى
وصل اولى
Lebih utama diteruskan
سكتة
سكتة
Berhenti dan menahan nafas sejenak
؞ ؞
وقف تعانق
Berhenti pada salah satu
B. Bacaan washal
Washal artinya terus atau menyambung bacaan. Maksudnya meneruskan bacaan Al-Qur’an sampai ada tanda waqaf. Tidak diputus-putus membacanya. Jika tidak kuat nafasnya boleh berhenti tetapi bacaannya diulang kembali
Tanda baca washal itu ada dua, pertama apabila ada tanda baca (لا) di atas ayat, artinya tidak boleh berhenti, harus diteruskan bacaannya. Kedua apabila ada tanda صلى diatas ayat, artinya lebih utama/baik diteruskan bacaannya
Pelajaran 4
Surah Al-kautsar
A. Melafalkan surah al-kautsar
Al-kautsar surah ke 108. Surah al-kautsar diturunkan di Mekah. Surah al-kautsar ada 3 ayat. Al-kautsar artinya nikmat Allah yang banyak
بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣
B. Hafal surah al-kautsar
Untuk menghafalkan surah al-kautsar, bacalah kata demi kata, kalimat demi kalimat, ayat demi ayat sampai hafal surah al-kautsar
Pelajaran 5
Surah Al-kafirun
Surat al-kafirun ada enam ayat. Al-kafirun artinya orang-orang kafir. Surat al-kafirun diturnkan di Mekah. Suurat al-kafirun diturunkan sesudah surah al-ma’un
بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١ لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥ لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦
Pelajaran 10
Hadits Tentang Menghormati Orang Tua
Tahukah kamu tentang istilah anak shaleh ? anak shaleh artinya anak yang baik. Anak yang shaleh diabadikan dalam Al-Qur’an dan dalam hadits nabi. Salah satu tandanya anak shaleh adalah menghormati orang tua. Allah berfirman:
وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًا…
“Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. “ (QS. Al-isra’: 23)
A. Menghormati orang tua
Kita harus menghormati, berbakti, dan berbuat baik kepada orang tua. Orang tua yang telah membesarkan, mengurus, dan mendidik kita sejak masih kecil.
Siapakah yang harus lebih dihormati ? ayah atau ibu ? utamakanlah menghormati ibu, baru kemudian ayah. Karena ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita dengan susah payah. Bahkan nyawa sebagai taruhannya ketika melahirkan kita. Rosululllah SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرُوبْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ ص.م قَالَ :رِضَا اللهِ فِيْ رِضَاالْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِيْ سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ (خرجه البيهقى)
Artinya:
Dari Abdillah bin Amr bin ‘As ra. Dari Nabi SAW beliau bersabda: “keridlaan Allah didasarkan atas keridlaan orang tua, dan kemurkaan Allah itu didasarkan atas kenurkaan kedua orang tua” (HR. Baihaqi)
B. Memahami inti hadits
Hadits artinya segala ucapan, perbuatan, dan ketetapan dari Nabi Muhammad SAW. Semua ucapan nabi adalah benar. Perbuatan nabi kita jadikan teladan. Ketetapan nabi kita jadikan sumber hukum kedua setelah AL-Qur’an. Kita patuhi dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbakti pada orang tua tidak terbatas hanya pada waktu orang tua masih hidup saja. Kewajiban berbuat baik kepada orang tua masih tetap berlaku, meskipun orang tua sudah meninggal. Mereka kita mintakan ampunan kepada Allah SWT, sebab mereka sudah tidak dapat minta ampun وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥ لَكُمۡ دِينُكُمۡ